Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Puisi 3 (Belum Terganti)


Belum Terganti
Karya Resti Octaviani

Senyummu
Indahkan hariku
Temani hanya dalam kalbu
Cinta yang semu

Kata-kata indah
Kau beri tanpa lelah
Berhentilah
Karena bukan hanya aku yang selalu indah

Masih dalam pendayungan
Jauh dari pelabuhan
Kau bagi dengan yang lain
Dengan kesungguhan

Sendiri kumenangis
Dalam sukma yang basah teriris
Senyum terlempar dengan berlapis
Mengbungkus kerelaan yang tipis

Sepanjang hari
Hanya raga yang mengelabui
Dalam sendiri
Dan kau, belum terganti


Cisaat, 10 November 2012


Foto ilustri diambil pada tahun 2013 di sekitar kawasan kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Puisi 2 (Ku Percaya Kau Ada)


Ku Percaya Kau Ada
Karya Resti Octaviani

Dalam siang-Mu
Kutertawa
Kusepi  dalam ramai
Kumenangis dalam manja

Merayap
Dalam persinggahan
Terbuai dalam harapan

Kuharapkan
Kesenangan tanpa ujung
Kenikmatan tiada tara
Keceriaan tanpa hitam

Dalam malam-Mu
Kumendayung
Kutermenung dalam hening
Kutersenyum dalam syukur

Berlari
Dalam labuhan
Terbuat dalam impian

Kupasrahkan
Mimpi, harapan..
Karena ku tanpa daya
Namun, ku percaya Kau ada

Cisaat, 10 November 2012

Kamis, 28 April 2011

Guruku

Guru …

Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Sungguh besar jasamu

Sungguh mulia jasamu

Hujan tak menjadi halangan

Panas tak menjadi kendala

Suka dan duka silih berganti

Walaupun banyak rintangan

Namun itu semua, tak membakar semangatmu

Karena, hanya satu tujuanmu

Engkau ingin kami menjadi manusia yang berguna

Bagi Nusa, Bangsa, dan Agama

Enam tahun sudah

Kami dididik dan dibimbing olehmu

Ilmu yang berghuna selalu kau berikan

Tak sedikt kesalahan-kesalahan

Yang selama ini kami perbuat

Maafkan kami ibu,

Maafkan kami ibu guru

Maafkan kami bapak,

Maafkan kami bapak guru

Kini tiba saatnya tuk berpisah

Namun apa yang harus kami lakukan

Hanya ucapan terima kasih

Hanya do’a yang dapat kami panjatkan

Puisi ini saya bacakan di depan teman-teman saya, wali murid, dan guru-guru saya. Tepatnya puisi ini saya bacakan pada saat perpisahan SDN 1 Sukamanah, pada tanggal 28 Juni 2008.

LOVE YOU FRIENDS

<>

Jumat, 05 Februari 2010

Sang Pendaki

(EcHi Qirey)

Langkahmu dibuat semangat yang mengobar
Semangatmu dibuat asa yang melambai
Asamu dibuat keinginan yang melambai

Daratan yang menjulang tinggi
Kau tantang dengan merahmu
Sungguh berani
Kata yang patut kau terima

Rasa lapar kau acuhkan
Rasa haus kau hembuskan
Sungguh Sadis

Langkah kakimu tak dihentikan
Demi mencapai tujuan keinginanmu
Yang dibuat asamu
Yang dibuat semangatmu

Janganlah melihat ke belakang!
Lihat & jalanilah tantangan yang ada di depan!
Untuk sampai di puncak yang tinggi
Sama halnya seperti hidup

Senin, 01 Februari 2010

Bulan dan Bintang

(EcHi Qirey)

Bulan yang menerangi bumi

Dan bintang yang menghiasi langit
Tampak terang engkau di sana
Tampak indah engkau di sana

Tanpa engkau...
Gelap malam akan menghantui
Tanpa engkau...
Langit tidak akan indah

Andaikan bintang dapat kupetik
Kan kujadikan penghias kamarku
Dan andaikan bulan dapat kuambil
Kan kujadikan penerang hidupku

Indahnya Alam Ini

(EcHi Qirey)

Saat kuterbangun dari mimpi
Kubuka hariku
Bersyukur pada Ilahi
Karena dapat menemui hari

Bunga-bunga yang bermekaran
Pemandangan nan asri
Burung-burung dipepohonan
Selalu kupandang setiap hari

Angin sepoi-sepoi berlalulalang
Udara sejuk menusuk hati
Membuata senang seseorang
Yang melihat keindahan alam ini

Apakah Mungkin

(EcHi Qirey)


Bila ku rindu kamu
Ku pandangi gambarmu
Bila ku kangen kamu
Ku membayangkan dirimu


Apakah mungkin,
kamu memandangi gambarku juga?
Apakah mungkin,
kamu membayangkan ku juga?


Mungkinkah kamu merasakan?
Merasakan semua yang ku rasakan...
Apakah mungkin kamu menjadi milikku?
Seperti yang ku harapkan...

Teguran Sang Ilahi

Akhir-akhir ini banyak sekali cobaan

Yang menimpa saudara-saudara kita

Yang menelan ribuan jiwa

Bertanda apakah semua ini?

Mungkin ini semua teguran sang Ilahi

Dengan menurunkan berbagai bencana

Kepada semua makhluk-Nya

Agar kita kembali kepada-Nya

Kamis, 28 Januari 2010

Kau Bisikkan Cinta Kembali

(EcHi Qirey)

Penungguan

Tuk menjadi satu
Terasa lama dan sulit

Hasrat tuk menyatu
Terpisahkan oleh waktu
Dan sahabatku

Namun kini
Hasrat itu mulai menyatu
Ketika,
kau bisikkan cinta kembali

Sabtu, 23 Januari 2010

Biarkan Iba_ku yang Menemanimu

(EcHi Qirey)


Teman,
Sungguh ku tak tega
Menyusuri hidup tanpa teman
Namun tetap deritamu



Bukannya ragaku tak mau
Menemanimu dalam menyusuri hidup
Mungkin yang lain juga
Tapi biarkan iba_ku yang menemanimu










Puisi itu, aku persembahkan tuk temanku yang sedang menyusuri hidup tanpa teman...

Jumat, 22 Januari 2010

Apakah itu Arti Sahabat?

(EcHi Qirey)


Dulu,

kita selalu bersama
Bersama dalam suka dan duka
Mengalah dalam berbagai masalah

Sahabat,
sungguh dirimu yang terbaik
Yang selalu ada dalam hariku
Sehingga menjadi lebih berwarna dan bermakna

Namun sekarang,
kita pisah
Ntah sementara
atau mungkin tuk selamanya

Sahabat,
sungguh dirimu tega
Tega menggantungku,
dengan dirinya

Kau membuat aku kering
Kau membuat aku gerah
Sampai aku tak sanggup...
Apakah itu arti sahabat?





Cisaat,

Jumat, 25-12-2009